Nanas Moris Bisa Jadi Benang? Wamen Viva Siapkan Inovasi di Kampar, Riau

Pendidikan

Di tengah hamparan perkebunan nanas di Kabupaten Kampar, Riau, muncul terobosan menarik yang menggabungkan pertanian tradisional dengan industri kreatif. Nanas Moris—varietas unggul asli Riau—kini tak hanya dikenal sebagai buah segar atau bahan olahan pangan, tapi juga berpotensi menjadi bahan baku serat alami untuk benang tekstil. Inovasi ini digagas oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM, Viva Yoga Mauladi, yang melihat peluang besar dalam pemanfaatan limbah daun nanas yang selama ini kurang dimanfaatkan.

Melalui program pemberdayaan ekonomi berbasis desa, Wamen Viva mendorong petani lokal untuk mengolah serat daun nanas Moris menjadi benang ramah lingkungan. Proses ekstraksi serat ini tidak hanya menciptakan nilai tambah bagi petani, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, terutama bagi perempuan di pedesaan. Serat nanas dikenal kuat, ringan, dan biodegradable—menjadi alternatif berkelanjutan menggantikan bahan sintetis yang mencemari lingkungan.

Pemerintah bersama mitra teknologi dan komunitas fashion lokal tengah mengembangkan prototipe kain dari serat nanas yang nantinya bisa digunakan untuk produk fashion, aksesori, hingga interior. Langkah ini sejalan dengan tren global yang semakin mengedepankan slow fashion dan ekonomi sirkular.

Inovasi ini membuktikan bahwa potensi alam Indonesia bisa dikembangkan jauh melampaui batas konvensional—dari kebun nanas hingga dunia mode. Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan kolaborasi lintas sektor, Kampar bisa menjadi episentrum ekonomi hijau berbasis pertanian.

Untuk menikmati suasana santai setelah membaca berita inovatif ini, Anda bisa coba kunjungi Indobet Login.